I am the WINNER
I am the WINNER
Seorang pecundang akan berkata “Ini mungkin, tapi sulit” sedangkan seorang pemenang akan berkata “Ini sulit, tapi mungkin”
Sekarang kita tinggal memilih, kita akan menjadi siapa? Seorang
pecundang atau seorang pemenang? Seorang pecundang yang hanya dengan
melihat saja sudah menyerah, pasang kuda – kuda dan dalam hitungan
ketiga lari menjauh. Seorang pecundang yang patah semangat, hilang
kepercayaan diri, takut, dan percaya bahwa apa yang dilakukan akan
percuma saja bahkan gatot (gagal total). Ataukah seorang pemenang,
seorang pemenang yang percaya bahwa dia akan berhasil, dengan semangat,
usaha, kerja keras, dan do’a dia percaya mampu menaklukkan dunia.
Selanjutnya?…
Penulis yakin bahwa semua akan memilih menjadi seorang pemenang, karena
memilih menjadi pemenang atau pecundang tidak sulit, sangat mudah hanya
dengan memilih. Namun dalam pelaksanaan sulit untuk diterapkan.
Hidup adalah sumber masalah, pertempuran atau bahakan medan perang
yang tidak akan pernah berhenti. Sejak kita lahir hingga membaca tulisan
ini, semuanya pertempuran. Pertempuran melawan ketidakmampuan,
ketidakberdayaan, dan juga pertempuran melawan ketidak maha tahuan kita.
Kita tercipta menjadi seorang pemenang sayangnya kita sendiri
menjadikan diri kita seorang pecundang. Bagaimana tidak waktu kita kecil
kita tidak mampu berbuat apa – apa, yang bisa kita lakukan hanya
menangis. Lihatlah diri kita sekarang, kita bisa berjalan bahkan
berlari, kita bisa makan bahkan membuat makanan, kita bisa berbicara
bahkan bernyanyi. Coba banyangkan apa yang akan terjadi apabila sejak
kita terlahir kita menjadi seorang pecundang yang takut belajar berjalan
karena takut jatuh, yang takut makan sendiri karena takut belepotan dan
ketakutan – ketakutan yang lain. Mungkin manusia akan punah karena tak
mampu berbuat apa – apa.
Apabila kita tercipta menjadi seorang pemenang, mengapa kita rubah
diri kita menjadi seorang pecundang. Pecundang yang mencari kambing
hitam atas kesalahannya, pecundang yang bila diberi penghalang akan
berbalik arah, pecundang yang selalu mencari jalan pintas atas semua
kesulitan, pecundang yang ingin sukses tanpa kerja keras dan pecundang
yang selalu menunggu keajaiban turun dari langit.
Salah satu rintangan akan kita hadapi [UAS, UAN, Ujian semester],
satu rintangan yang sangat mudah dibandingkan rintangan – rintangan yang
akan kita hadapi dihari yang akan datang. Inilah saatnya kita
menentukan menjadi siapakah kita? Seorang pecundang atau menjadi seorang
pemenang? Pemenang yang dengan sepenuh hati percaya bahwa dia akan
menang, pemenang yang sadar bahwa keajaiban tidak datang dengan
sendirinya melainkan dengan usaha dan kerja keras, pemenang yang tidak
akan berbalik arah hanya karena ada penghalang didepannya, pemenang yang
tidak akan bingung tuk mencari jalan pintas karena dia tahu dia berada
di jalan yang benar, pemenang yang selalu menambah bekalnya untuk
menemani perjalanannya, dan pemenang yang tidak akan membohongi diri
sendiri dan orang lain tuk berbuat curang.
Jika kita memilih menjadi pemenang, masih ada waktu tuk menyiapkan
semua bekal, masih ada waktu tuk menyingkirkan semua rintangan, masih
ada waktu tuk mengubah pikiran kita terutama tentang apa yang kita
pikirkan tentang diri kita.
And the last:
U ar what u think! So, u must believe that u ar the winner!! If u believe it, u’ll be the big winner!!
S’mangat!!
sumber: dudung.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar